"DAKWAH DAN TARBIYAH JALAN MENUJU KEJAYAAN ISLAM"

Featured Posts

Thursday, January 30, 2014

TEMU ALUMNI

Dengan Mengharap Ridha ALLAH Kami mengundang kepada seluruh Ustadz/ Kakanda Alumni pengurus SCMM BEM FMIPA UNM untuk hadir dalam acara TEMU ALUMNI AKBAR SCMM

Tabligh Akbar

Tuesday, December 3, 2013

MEMBUMIKAN JIHAD

Dakwah, pada akhirnya merindukan tegaknya kalimat tauhid di bumi Allah. Di manapun harus terpancang keindahan dan kemuliaan syariat allah. Namun, gesekan dan benturan antara setiap seruan adalah sebuah sunnatullah yang tidak bisa dielakkan.
Ikhwani.... sekarang, dakwah perlu dibangun orientasi yang jelas. Dibangun di atas prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah perjuangan yang lebih nyata dan efektif dalam berkontribusi dalam perjuangn takwinul ummah.
Dakwah kampus tidak boleh hanya diarahkan pada profesionalisme kerja belaka. Tapi jauh lebih dari itu. Dakwah kampus harus membawa spirit dalam membebaskan setiap jengkal bumi dari kedzaliman aqidah, kerusakan akhlak dan persoalan sosial yang lain. Dakwah kampus harus menjadi basis dalam mensuplai para pejuang-pejuang tauhid. Karena itu dakwah kampus bukan berbicara kehebatan dalam event akbar, pematerinya atau jumlah peserta yang hadir. Tapi keberhasilan dakwah kampus adalah ketika idealisme JIHAD telah mengalir dalam tubuh setiap kader.
Dakwah kampus harus menjadi basis dalam membangun Angkatan Pejuang (mujahidin) yang siap berkorban, untuk generasi dakwah yang lebih kuat . Karena tak bisa dielakkan. Setelah kaum muslim berada di titik nadir kelemahannya. Setelah menyebarnya kesyirikan dan bid’ah, merajalelanya kebodohan, dan diakhiri dengan  runtuhnya khilafah. Zaman yang disebutkan  oleh Rasulullah :
“Aku khawatir atas kalian enam perkara: imarah sufaha (orang-orang yang bodoh menjadi pemimpin), menumpahkan darah, jual beli hukum, memutuskan silaturahmi, anak-anak muda yang menjadikan Al Qur’an sebagai seruling-seruling, dan banyaknya polisi (yang menguatkan kezaliman)”
( HR Ath Thabrani dalam Al Mu’jamul Kabiir 18/57 no 105, dan dishahihkan oleh Syaikh Al Bani dalam shahih Jami’ Ash Shagier no 216 )
Umat islam pun menjadi bulan-bulanan ideologi kufur yang juga berusaha untuk mengeksiskan dirinya.
Di wajah dunia kontemporer, Islam yang hanif membutuhkan kerja yang jauh lebih hebat. Jauh lebih kuat, dan jauh lebih massif. Harus ada gerakan penyadaran akan pentingnya perjuangan dan pengorbanan. Harus ada upaya amar makruf dan nahi munkar yang lebih terarah dan tersistem dengan baik.
Meski kita tahu, jalan itu tidaklah mudah. Kita berada pada posisi yang sangat lemah, sementara musuh-musuh islam berada pada superioritasnya. Mapan secara politik, fasilitas dan kekuatan. Meski demikian, sejarah tetap membuktikan, bahwa umat islam tidak pernah menang karena faktor utamanya adalah fasilitas yang mapan. Justru kemengan itu adalah dari kekuatan iman dan aqidah. Lurusnya fikrah dan manhaj. Serta kesadaran yang menyeluruh bagi kaum muslimin untuk turut serta berkontribusi dalam perang yang sementara bergejolak.
Karena itu Ikhwani... teruslah berjuang lewat jalan ini. Jangan pernah mundur. Jangan pernah menyerah. Jangan pernah merasa terhinakan, dan muncul kekhawatiran akan dunia di hati kalian. Sebaliknya, hinakanlah dunia. Hinakanlah segala macam bentuk kemewahan yang akan melenakanmu memegang teguh jalan perjuangan. Singkirkan segala macam bentuk rintangan, bersihkan niat dan hatimu untuk melanjutkan perjuangan yang meletihkan ini. Jangan pernah melirik. Jangan pernah silau oleh kebanggan manusia yang bertebaran disekelilingmu. Buang jauh-jauh niat hina itu. Karena sesungguhnya, hidup kita terlalu singkat untuk mengejar dunia yang melelahkan ini. Manfaatkan sekarang semua potensimu untuk berperan. Maju di barisan terdepan dalam bahu membahu memandu kebangkitan umat.
Dan jangan pernah berhenti belajar. Teruslah menuntut ilmu. Teruslah memperbaharui imanmu dengan dzikir dan takbir. Teruslah perkuat tekadmu dengan hafalanmu yang semakin engkau mutqinkan. Karena suatu saat, idealisme ini akan memanggilmu bergabung dalam kafilah yang sebenarnya. Pasukan yang telah rela mengorbankan jiwanya. Mengorbankan hidupnya, serta membersihkan permukaan bumi ini dengan basuhan darah suci yang berbau kesturi dari luka-luka di tubuh mereka. Itulah kehidupan yang sebenarnya, yaa ikhwani...
Apa yang atum dapatkan hari ini, sejatinya adalah sesuatu yang menua dan membusuk, sementara mimpi yang terbaik, berjumpa dan meminang bidaadari, serta menatap wajah allah, jangan sampai engkau lupakan. Karena sesungguhnya itulah puncak pendakian perjuangan kita. Kita akan berhenti di sana, saudaraku.
Saat kita telah berada di syruga. Dan jalannya tidak ada yang lain kecuali dengan mengangkat senjata dan beperang hingga tetas darah penghabisan, di ujung usia dunia. 

Oleh : Syamsuar Hamka, S.Pd (Ketua SCMM BEM FMIPA UNM 2009-2010)

Wednesday, November 27, 2013

KANTIN ADAB


Hadirilah..
KANTIN Adab -Kajian Rutin tentang adab menuntut ilmu- (Sebuah Kitab tentang Etika Seorang Pencari Ilmu) bersama Ust. Fadli Multazam Ilham, dilaksanakan setiap hari rabu pukul 16.00 WITA bertempat di Masjid Ulil Albab UNM Parang Tambung.

Dilaksanakan secara bergantian dengan Taklim Tematik.

Pelaksana:
Scmm Bem Fmipa Unm, Pusdamm Unm , dan Study Club Mushlihah UNM
Cp.085241022325

GERAKAN NYATA UNTUK PERUBAHAN

(Sebuah Langkah Menuju UNM Tanpa Tawuran)
Oleh: Andi Muh. Akhyar, S.Pd.*
Media-media nasional kembali menyorot Makassar. Kali ini datang dari UNM: tawuran. Untuk kesekian kalianya kampus pencetak guru tersebut terlibat perang saudara, tawuran antar fakultas; fakultas Seni dan Fakultas Teknik, Senin, 18 November 2013. (Tribun Timur.com)

Ada U dibalik B
Sebagai mahasiswa, kaum inteletitual, kalangan akademisi, kita tidak boleh hanya menyimak dan menyaksikan saat tawuran terjadi,. Mari kita analisis, sebanarnya apa yang terjadi di UNM? Apakah penyebab terjadinya tawuran tersebut? Apakah sekedar Karena adanya masalah-masalah sepele yang selama ini sering diberitakan (wanita, ketersinggungan,dll) atau kah ada hal lain? Bagi mahasiswa yang telah lama (senior), yang setiap tahun menyaksikan tawuran seharusnya mampu menganalisis lebih mendalam bahwa aksi tawuran di kampus ini tidak mungkin hanya sekedar masalah sepele, tanpa sengaja terjadi, namun kemungkinan ada yang lebih dari itu.
Cukuplah mejadi pertanyaan mendasar bagi kita, mengapa aksi itawuran ini selalau terjadi tiap tahun? Dan  yang lebih menarik, mengapa tawuran itu rutin terjadi bila momen PMB tiba? Kita dapat meganalisis bahwa rutinitas yang terjadi tersebut tidak mungkin hanya disebabkan oleh kejadian sepele yang atau aksi yang tiba-tiba saja terjadi melainkan merupakan sebuah kegiatan yang telah disusun secara rapi oleh seorang X. Maksud kami, adanya rutinitas tersebut dengan modus yang hampir sama mengindikasikan adanya aktor intelektual di balik semua ini. ada U di balik B, ada Udang di balik batu. Kita tunggu saja, apa lagi rencana-rencana mereka berikutya? Wallahu ta`ala a`lam, ini sekedar analisis pribadi penulis.

Tuesday, November 12, 2013

KEUTAMAAN PUASA SUNNAH

Ibadah sunnah atau tathawwu’, dan disebut juga nafilah, adalah ibadah yang sifatnya tambahan dari ibadah wajib. Seorang muslim dengan kesadarannya sendiri rela untuk melakukannya, meski sebenarnya hal itu tidak diwajibkan atasnya.
Setiap kewajiban memiliki nafilah (sunnah) yang dapat mempertahankan keberadaan kewajiban tersebut serta menyempurnakan kekurangannya. Shalat lima waktu misalnya, memiliki shalat-shalat sunnah baik sebelum atau sesudahnya. Demikian juga dengan zakat, yang memiliki sedekah yang sifatnya sunnah. Haji dan umrah merupakan hal yang wajib dikerjakan sekali seumur hidup, sedangkan selebihnya adalah sunnah.
Puasa pun demikian, puasa wajib dikerjakan pada bulan Ramadhan sedangkan puasa yang sunnah ada banyak jenisnya.
 

Blogger news

Sample Text

Siapakah Generasi Terbaik ?
" Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah "
(QS. Ali Imran : 110 )

Siapakah Generasi Terburuk ?
"Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang buruk) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan"
(QS. Maryam : 59)