Posts

Showing posts with the label Sirah

MUAMALAH RASULULLAH SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM

Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam dikenal sebagai al-amien (yang terpercaya) dan tak ada seorang pun yang mengingkari di zamannya. Beliau menjadi manusia terpandang dan dihormati dengan kejujurannya, di samping keturunan beliau sebagai bangsawan di tanah Arab. Kejujuran itu menunjukkan akhlak yang agung yang terdapat dalam diri nabi Shallallahu 'alaihi wasallam, baik sebelum beliau diangkat menjadi Nabi, maupun setelahnya. Akhlak terhadap orang-orang di sekitarnya adalah hal yang nabi Shallallahu 'alaihi wasallam utamakan. Orang-orang pun sangat menyenangi keberadaan beliau dengan akhlak itu. Metode beliau pun dalam   memberikan bayan (penjelasan) tentang risalah islam sangatlah beradab, tidak memaksa sebagaimana firman Allah : Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul...

Umar bin Khattab

Image
" Ya Allah...buatlah Islam ini kuat dengan masuknya salah satu dari kedua orang ini. Amr bin Hisham atau Umar bin Khattab ." Salah satu dari doa Rasulullah pada saat Islam masih dalam tahap awal penyebaran dan masih lemah. Doa itu segera dikabulkan oleh Allah. Allah memilih Umar bin Khattab sebagai salah satu pilar kekuatan islam, sedangkan Amr bin Hisham meninggal sebagai Abu Jahal. Umar bin Khattab dilahirkan 12 tahun setelah kelahiran Rasulullah saw. Ayahnya bernama Khattab dan ibunya bernama Khatmah. Perawakannya tinggi besar dan tegap dengan otot-otot yang menonjol dari kaki dan tangannya, jenggot yang lebat dan berwajah tampan, serta warna kulitnya coklat kemerah-merahan. Beliau dibesarkan di dalam lingkungan Bani Adi, salah satu kaum dari suku Quraisy. Beliau merupakan  khalifah kedua didalam islam setelah  Abu Bakar As Siddiq . Nasabnya adalah Umar bin Khattab bi...

Abu Bakar Ash Shiddiq

                                                    "PENGHULU PARA SAHABAT" Shalat subuh hari itu tak seperti biasanya. Rasulullah yang biasa memimpin sholat subuh berjamaah tidak bisa hadir dikarenakan sakit. Mata teduh Rasulullah yang setiap kali menyapa wajah sahabat sebelum shalat, pagi itu tidak ada. Abu Bakar yang menjadi orang kedua setelah Rasulullah, telah bersiap-siap untuk menjadi imam pengganti dengan segala keberatan hati. Namun ketika hendak melakukan sholat, terlihat Rasulullah menyibak tirai kamar Aisyah. Sebagian sahabat mengira bahwa Rasulullah akan memimpin shalat seperti biasa. Abu Bakar pun mundur dan masuk ke dalam shaf makmum. Tapi dugaan mereka salah, dari dalam kamar Rasulullah melambaikan tangan, memb...